
BANDUNG - Selasa (20/01), Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung menggelar kegiatan donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung. Kegiatan sosial kemanusiaan ini menjadi salah satu rangkaian acara dalam memperingati Hari Bhakti Imigrasi ke-76 sebagai wujud nyata kepedulian dan solidaritas pegawai terhadap sesama.
Pelaksanaan donor darah berlangsung di Aula Soepomo, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung, yang diikuti oleh puluhan pegawai. Antusiasme tinggi terlihat dari semangat para peserta yang secara sukarela mendonorkan darahnya demi membantu memenuhi kebutuhan darah di rumah sakit dan PMI, khususnya di tengah situasi pandemi dan kebutuhan medis yang terus meningkat.
Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Kusnali, beserta jajaran pejabat dan stafnya. Kehadiran pejabat tinggi ini menambah semangat dan dukungan terhadap kegiatan sosial yang digagas oleh Kantor Imigrasi Bandung tersebut.
Pelaksanaan donor darah berjalan dengan lancar, tertib, dan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat guna menjamin keselamatan seluruh peserta. Tim medis dari PMI Kota Bandung memberikan pelayanan profesional mulai dari proses skrining hingga pengambilan darah, memastikan kualitas dan keamanan setiap kantong darah yang disumbangkan.
Melalui kegiatan donor darah ini, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung menegaskan komitmennya tidak hanya dalam menjalankan tugas keimigrasian, tetapi juga dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat luas. Kepedulian sosial ini menjadi wujud nyata peran aktif instansi pemerintah dalam mendukung kesehatan publik dan membantu sesama yang membutuhkan.
Kegiatan donor darah ini juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan semangat gotong-royong antarpegawai Kantor Imigrasi Bandung, sekaligus menginspirasi institusi lain agar terus menjalankan program-program sosial yang berdampak positif bagi komunitas dan bangsa.
Dengan demikian, rangkaian Hari Bhakti Imigrasi ke-76 tidak hanya menjadi perayaan internal, tetapi juga refleksi nilai kemanusiaan dan solidaritas yang dijunjung tinggi oleh seluruh jajaran Direktorat Jenderal Imigrasi.

