Pengantin Pesanan

Pada hari selasa tanggal 02 Oktober 2019, Kantor imigrasi Kelas I TPI Bandung menggelar Konferensi Pers di Kejaksaan Negeri Cimahi terkait dugaan pelanggaran keimigrasian yang dilakukan oleh seorang Warga Negara Tiongkok atas nama Shao Dongdong. Pelanggaran ini merupakan kasus yang diungkap oleh Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung pada tanggal 08 Juli 2019 di Kota Cimahi, Jawa Barat. Shao Dongdong diduga melakukan praktik “Pengantin Pesanan” yang marak terjadi di Indonesia. Shao Dongdong dinyatakan melanggar pasal 120 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian jucto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP atau Pasal 120 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian jucto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP atau Pasal 122 huruf (a) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.

Proses penetapan Shao Dongdong sebagai tersangka dilanjutkan dan dilakukan sidang perdana yang digerlar Pengadilan Negeri Kelas I A Bale Bandung pada hari Kamis tanggal 21 November 2019 berlangsung di Ruang II Wirjono Prodjodikoro yang dipimpin oleh hakim ketua Zaenal. Shao Dongdong yang tidak bisa berbahasa Inggris dan Indonesia, didampingi Oen Ajid selaku translator bahasa Cina.

Penyelundupan manusia dengan modus “Pengantin Pesanan” ini merupakan perkara pertama yang masuk persidangan. JPU Haryanto pada sidang perdana ini menyebutkan bahwa terdakwa mencari perempuan asal Indonesia untuk dinikahi dan diboyong ke Cina. Kasus serupa terjadi dengan dalih penjualan manusia.