Terapkan Antrean Online, Bikin Paspor di Bandung Tak Perlu Datang Subuh

BANDUNG, (PR).- Mulai 15 Agustus 2017, Kantor Imigrasi Kelas I Bandung menerapkan pelayanan antrean dalam jaringan (daring/online) melalui laman bandung.imigrasi.go.id. Dengan sistem tersebut, kini masyarakat tak perlu lagi berlomba-lomba datang sepagi mungkin untuk mendapatkan nomor antrean.

Pelayanan daring untuk membuat paspor baru maupun memperpanjang paspor itu tak hanya berlaku di Kantor Imigrasi Kelas I Bandung di Jalan Surapati, melainkan pula di Unit Layanan Paspor Bandung di Jalan Soekarno-Hatta. Selain bisa diakses melalui laman bandung.imigrasi.go.id, pemohon paspor juga bisa memanfaatkan aplikasi antrean online di android.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Bandung Maulia Purnawati mengatakan, pelayanan antrean daring itu diterapkan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para pemohon paspor. Para pemohon, kata dia, juga bisa memperoleh kepastian jadwal pembuatan, pembayaran, dan pengambilan paspor, di samping kepastian akan biaya sebesar Rp 355 ribu.

“Dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik, kami memberikan kepastian waktu dan biaya, selain kepastian penyelesaian dokumen paspor. Jadi, sekarang sudah tidak ada lagi antrean orang yang berjubel. Kami memakai sistem antrean permohonan paspor secara online via android dan website,” kata Maulia di kantornya, Jumat, 18 Agustus 2017.

Sebelum antrean daring tersebut diterapkan, dia menyebutkan, sosialisasi telah dilakukan sejak 4 Agustus 2017, kemudian mulai diujicobakan pada 7 Agustus 2017. Sebagian masyarakat memang masih belum mengetahuinya, namun pelayanan antrean daring itu akan terus disosialisasikan.

“Pada 15 Agustus kemarin serentak kami terapkan antrean online di Kantor Imigrasi Kelas I Bandung, beserta ULP yang di Soekarno-Hatta. Kenapa tanggal 15, karena ini sebagai persembahan kami untuk Hari Kemerdekaan, 17 Agustus. Sejak diuji coba itu kan sebenarnya kami dikasih waktu dua minggu oleh Dirjen Imigrasi, tapi sengaja kami majukan sebagai persembahan 17 Agustus,” tuturnya.

Maulia menyebutkan, selama Januari-Juli tercatat sekitar sekitar 70.140 orang yang memohonkan paspor. Artinya, dalam sebulan rata-rata terdapat 10 ribu pemohon. Dengan menerapkan sistem antrean daring, kata dia, kinerja pegawai Kantor Imigrasi Kelas I Bandung juga semakin terukur.

“Jadi, dalam satu jam itu kami biasa melayani 50 pemohon. Jumlah itu dibagi-bagi, jadi satu booth pelayanan akan melayani 5-7 pemohon karena di sini ada 10 booth. Dalam sehari, kami berarti melayani sekitar 330 pemohon di sini. Ditambah kantor yang di Soekarno-Hatta, ada 120 pemohon, keseluruhannya itu sekitar 450 pemohon yang terlayani di Kantor Imigrasi Bandung dalam sehari,” ucapnya.

Inovasi

Di dalam sistem antrean daring, lanjut dia, sistem akan mengatur secara otomatis kapan jadwal permohonan paspor tercepat. “Kalau hari ini sudah penuh, bisa besok atau lusa, tergantung jadwal yang masih kosong. Bisa juga beberapa hari kemudian. Sampai jamnya juga ada. Dengan demikian, masyarakat tak perlu lagi antre dari subuh. Kalau sedang membeludak, seperti Februari-Maret lalu, bahkan ada yang antre dari jam 2.00,” katanya.

Dengan wilayah kerja di enam kabupaten/kota, yakni Kabupaten Subang, Sumedang, Bandung, dan Bandung Barat, serta Kota Bandung dan Cimahi, Maulia menambahkan, ke depan Kantor Imigrasi Kelas I Bandung pun masih akan melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan pelayanan.

“Akan ada sistem baru lagi, tapi masih kami kembangkan. Ini tujuannya semata-mata untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi bagi masyarakat. Pelayanan kami kan untuk 4 kabupaten dan 2 kota, tapi yang namanya pelayanan untuk paspor itu pemegang KTP di luar wilayah kerja kami juga wajib kami layani. Contohnya, di Bandung kan banyak mahasiswa, yang KTP-nya bisa dari Medan, Yogyakarta, bahkan dari Papua pun kami layani,” tukasnya.***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2017/08/18/terapkan-antrean-online-bikin-paspor-di-bandung-tak-perlu-datang-subuh